Perselingkuhan Fisikan dan Matematika dalam Misteri Kosmos
Dalam The Mind of God (1992), Paul Davies menulis sebuah kalimat yang kini sering dikutip dalam diskusi filsafat sains:
“The uncanny usefulness of mathematics in describing the physical world is a mystery that suggests a deep connection between human reason and the structure of the cosmos.” (hlm. 150)
Nampak sederhana namun mengguncang, membuka pintu pada pertanyaan yang lebih besar: mengapa alam semesta tampak seolah-olah ditulis dalam bahasa matematika?
Sejak Galileo menyatakan bahwa “alam semesta ditulis dalam bahasa matematika,” sains modern telah menjadikan persamaan sebagai jendela menuju realitas.
Bukan hanya hukum fisika dapat dituliskan dengan matematika, juga bahwa matematika tampak tepat sekali untuk menjelaskan fenomena fisik.
Apakah matematika adalah ciptaan pikiran manusia, atau struktur kosmik yang ada. Jika matematika hanyalah konstruksi budaya, mengapa ia begitu efektif dalam menjelaskan dunia nyata?
“Keampuhan matematika yang aneh dalam menggambarkan dunia fisik adalah sebuah misteri yang menyiratkan adanya hubungan mendalam antara akal manusia dan struktur kosmos.” (The Mind of God, 1992, hlm. 150)








Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!