Kaidah Kebahasaan II: Tata Bahasa Khusus Berita
Setelah mempelajari standardisasi bahasa dan kalimat langsung, sekarang kita akan mengulas dua kaidah kebahasaan berikutnya yang juga menjadi ciri khas teks berita, yaitu penggunaan konjungsi “bahwa” dan kata kerja mental.
1. Fungsi Konjungsi “Bahwa”
Dalam penulisan berita, kita sering kali melihat penggunaan kata “bahwa”. Di dalam kaidah kebahasaan teks berita, konjungsi “bahwa” memiliki fungsi dan peran yang sangat spesifik:
- Fungsi Utama: Berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya.
- Hubungan dengan Bentuk Kalimat: Penggunaan konjungsi ini erat kaitannya dengan pengubahan bentuk kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung saat menyampaikan pernyataan narasumber.
Contoh Penggunaan Konjungsi “Bahwa” dalam Berita:
- Sejumlah staf Adpel Manado mengatakan bahwa Kepala Adpel Manado sudah pulang.
- Aryanna mengatakan bahwa ibunya pingsan dan tidak ada satu pun orang di rumah yang bisa membawa ke rumah sakit.
- Data di BNPN menyebutkan bahwa lebih dari 10 ribu hektare hutan dan lahan di Riau.
2. Mengenal Kata Kerja Mental
Kaidah kebahasaan lain yang menonjol dalam teks berita adalah penggunaan kata kerja mental.
- Definisi: Kata kerja mental adalah kata kerja yang terkait dengan kegiatan dari hasil pemikiran. Kata kerja ini tidak menunjukkan tindakan fisik (seperti berlari atau menulis), melainkan aktivitas pikiran atau batin.
- Contoh Kata Kerja Mental: Memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, dan beranalogi.
Contoh Penerapan dalam Kalimat Berita:
- Mereka memikirkan solusi untuk bisa keluar dari peristiwa-peristiwa yang memilukan itu. (Kata “memikirkan” menunjukkan proses berpikir untuk mencari jalan keluar).
- Warga membayangkan seandainya hujan itu kembali turun dengan terus-menerus. (Kata “membayangkan” menunjukkan aktivitas mental warga dalam mengandaikan sesuatu).
3. Aktivitas Pembelajaran Mandiri: Mengasah Kemampuan Tata Bahasa
Untuk memperdalam pemahamanmu mengenai konjungsi “bahwa” dan kata kerja mental, kerjakanlah latihan berikut dengan saksama!
a. Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Kalimat Tidak Langsung
Ubahlah kalimat langsung di bawah ini menjadi kalimat tidak langsung menggunakan konjungsi “bahwa”!
- Dendi berkata, “Dua rumah yang terbakar itu berhasil dipadamkan dan sekarang sedang dilakukan pendinginan.” Kalimat Tidak Langsung: ___
- Petugas Damkar menjelaskan, “Penyebab kebakaran belum bisa dipastikan oleh petugas di lapangan.” Kalimat Tidak Langsung: ___
b. Menemukan Kata Kerja Mental
Bacalah kalimat-kalimat di bawah ini, lalu temukan dan tuliskan kata kerja mental yang terdapat di dalamnya!
- Para sopir truk berkesimpulan bahwa mereka harus menunggu antrean kapal hingga empat hari. Kata kerja mental: ___
- Pemerintah daerah sedang memikirkan cara terbaik untuk mendistribusikan bantuan kepada korban bencana alam. Kata kerja mental: ___
- Mengidentifikasi dan menggunakan kata kerja mental (seperti memikirkan, membayangkan, berasumsi, berpraduga, berkesimpulan, beranalogi).
- Penerapan fungsi keterangan waktu dan tempat sebagai konsekuensi pemenuhan unsur kapan dan di mana.
- Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan kronologis (seperti kemudian, sejak, setelah, awalnya, akhirnya).
