Teknik Penyuntingan Berita
Setelah naskah berita selesai ditulis, wajar jika masih ditemukan beberapa kekeliruan. Oleh karena itu, kita wajib melakukan tahap penyuntingan sebelum berita tersebut dipublikasikan secara resmi ke masyarakat.
1. Lima Aspek Utama dalam Penyuntingan Berita
Ketika menyunting naskah berita, ada lima aspek penting yang wajib kita periksa dan rapikan kembali:
- a. Kebenaran Isi Berita: Pastikan informasi ditunjang oleh keakuratan fakta-fakta riil di lapangan, bukan asumsi.
- b. Kelengkapan Isi Berita: Pastikan seluruh komponen ADIKSIMBA hadir di dalam teks.
- c. Struktur Penyusunan Berita: Pastikan alurnya runtut dari bagian paling penting menuju bagian kurang penting (piramida terbalik).
- d. Penggunaan Bahasa: Periksa keefektifan kalimat, kebakuan kata, serta ketepatan ejaan dan tanda baca (EYD).
- e. Kesesuaian Gambar/Ilustrasi: Jika berita menyertakan gambar atau ilustrasi pendukung, pastikan gambar tersebut sesuai dengan isi berita serta memiliki nilai estetika (keartistikan).
2. Studi Kasus Mandiri: Bedah Kesalahan Teks Berita
Perhatikan cuplikan teks berita di bawah ini:
Sebanyak 16 Unit Damkar Padamkan Api yang Bakar Dua Rumah di Cipete Utara
Dua rumah di Cipete Utara, jakarta selatan, terbakar. Kebakaran ini sempat membuat lalu lintas di sekitar lokasi menjadi macet. Dua rumah yang terbakar tersebut berlokasi di kawasan perkampungan Jalan Haji Jian, cilandak utara, jakarta selatan…
Mari kita sunting kesalahan-kesalahan yang terdapat pada teks di atas berdasarkan aturan kebahasaan:
- Aspek Kelengkapan (Kapan): Di dalam teks tidak dijelaskan sama sekali waktu terjadinya kebakaran, sehingga unsur kapan belum terjawab.
- Kesalahan Ejaan Nama Tempat: Penulisan “jakarta selatan” dan “cilandak utara” salah. Seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital di awal kata karena merupakan nama geografis/tempat (Jakarta Selatan dan Cilandak Utara).
- Kesalahan Penulisan Lambang Bilangan: Penggunaan angka “16” pada judul kurang tepat. Aturan EYD menyatakan bahwa bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata harus ditulis dengan huruf, yaitu menjadi enam belas.
- Keefektifan Judul: Judul terlalu panjang. Kita dapat menyederhanakannya menjadi: “Dua Rumah Terbakar di Cipete Utara”.
- Memahami fungsi tahap penyuntingan untuk merapikan kesalahan sebelum naskah berita dipublikasikan.
- Memeriksa naskah berdasarkan aspek-aspek penyuntingan: kebenaran fakta, kelengkapan unsur ADIKSIMBA, ketepatan struktur penulisan, kesesuaian gambar/ilustrasi, serta kebahasaan (kebakuan kata, keefektifan kalimat, ejaan, dan tanda baca/EYD).
